BLH Jatim Bungkam Sikapi Limbah B3 PT PRIA

Badan Lingkungan Hidup (BLH) Jawa Timur membisu soal hasil kajian dan pengambilan sampel limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3) dari sumur kontrol PT Putra Restu Ibu Abadi (PRIA) yang dilakukan akhir Maret 2016 lalu. Membisunya BLH Jawa Timur itu, tidak hanya … Baca lebih lanjut

Janji Gus Ipul Tuntaskan Kasus PRIA, Palsu

Janji Saifullah Yusuf Wakil Gubernur Wagub Jawa Timur untuk turun dan memantau langsung kondisi warga di Desa Lakardowo, Jetis, Mojokerto yang diduga terpapar limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3) hanya omong kosong. Ini terbukti dengan tidak adanya rencana atau respon yang … Baca lebih lanjut

Mengolah Limbah Jadi Berkah Bermanfaat

Probolinggo | Sukses dalam mengolah limbah komunal, Pondok Pesantren An-Nur, di Desa Sumber Taman, Wonoasih, Kota Probolinggo jadi jujugan banyak pihak dalam pengelolaan sanitasi. Ponpes asuhan Kyai Mahfudz Sahal ini jadi tujuan, karena dilokasi ponpes ini terdapat Instalasi Pengolahan Air … Baca lebih lanjut

Coca Cola Amatil Bersihkan Sampah Pamurbaya

Surabaya | Peringati Hari Lingkungan Hidup SeDunia, 5 Juni 2015, PT Coca Cola Amatil (CCA) Indonesia menggelar aksi bersih-bersih sampah kawasan pesisir Surabaya. Aksi kali ini dilakukan CCA Indonesia bersama Komunitas Jurnalis Peduli Lingkungan (KJPL) Indonesia dengan memungut sampah di … Baca lebih lanjut

Ribuan Jarum Suntik Bekas Cemari Pantai Cengkrong

Trenggalek | Ribuan jarum suntik bekas tak bertuan ditemukan berserakan di Pantai Cengkrong, Trenggalek, Jawa Timur, Selasa (28/05/2015). Temuan ini diungkap Sugianto Aktivis Lingkungan di Trenggalek yang menyampaikan temuannya langsung ke Komunitas Jurnalis Peduli Lingkungan | KJPL Indonesia yang merupakan … Baca lebih lanjut

Ratusan Relawan Bersihkan Sampah di Mangrove

Surabaya | Sekitar 100 orang bahu-membahu dan bersembangat membersihkan sampah yang ada di Kawasan Konservasi Mangrove Wonorejo, Rungkut, Jumat (19/09/2014). Para relawan ini memungut sampah-sampah yang bertebaran di antara mangrove di sekitar muara dan Sungai Wonorejo. Wawan Some Koordinator Nol … Baca lebih lanjut

Mahasiswa Bersihkan Sungai Kawasan Suaka Ikan

Gresik | Prihatin dengan kondisi Kali Surabaya yang semakin kotor dengan limbah dan sampah, puluhan mahasiswa tergabung Prisma Pecinta Alam (Pripala), membersihan Kali Surabaya di Wringinanom, Gresik, Minggu (07/09/2014). Dengan menggunakan lima perahu karet mereka menyusuri Kali Wringinanom dari Desa … Baca lebih lanjut

Kerja Bakti Massal Asem Rowo Hasilkan Ratusan Karung Sampah

Surabaya | Kerja bakti massal yang digelar warga RW 03 Kelurahan Asem Rowo, Surabaya, menghasilan ratusan karung sampah. Ratusan karung sampah itu, terbanyak dikumpulkan warga dari buangan sampah yang masuk ke saluran gorong-gorong di Jalan Asem Mulya 5, yang ditengah … Baca lebih lanjut

KJPL Indonesia Desak TPA Benowo Berhenti Operasi

Surabaya | Sehubungan dengan adanya hasil dari pengamatan lapangan dan investigasi yang dilakukan Tim KJPL Indonesia selama dua bulan di Kawasan Pantai Utara Surabaya, khususnya di Kali Lamong dan Pulau Galang, di perbatasan Surabaya dan Gresik. Tim KJPL Indonesia menemukan … Baca lebih lanjut

KPK Desak Pemerintah Tegakkan UU Pengelolaan Sampah

Surabaya | Pemerintah harus tegas menegakkan Undang-Undang Pengelolaan Sampah, yang sudah ada. Desakan ini disampaikan Komunitas Pemulung Kreatif (KPK), jelang peringatan Hari Lingkungan Hidup Se-Dunia, yang diperingati setiap 5 Juni. Rulli Mustika Adya Direktur Komunitas Pemulung Kreatif mengatakan, persoalan sampah sekarang … Baca lebih lanjut

KJPL Indonesia Gandeng USAID – High Five Gelar Pelatihan Jurnalistik Sanitasi

Surabaya | Untuk meningkatkan kemampuan dan pemahaman jurnalis pada persoalan sanitasi, Komunitas Jurnalis Peduli Lingkungan – KJPL Indonesia bersama United States Agency for International Development (USAID) dan HIGH FIVE menggelar sebuah Pelatihan Jurnalistik Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), yang akan digelar Selasa – Jumat (27-30/11/2012), di Pacet – Mojokerto – Jawa Timur.

“Pelatihan ini, tidak sekedar pelatihan jurnalistik biasa, tapi lebih spesifik, dimana para jurnalis, dipahamkan wawasannya tentang sanitasi dan persoalan yang ada di sekitarnya,” kata Teguh Ardi Srianto Ketua KJPL Indonesia.

Menurut Teguh, sebelum mengikuti proses pelatihan ini, para jurnalis harus melewati proses seleksi awal, untuk memastikan jurnalis yang mengikuti pelatihan ini, paham tentang persoalan sanitasi atau tidak. “Calon peserta diharuskan membuat essay tentang sanitasi, dengan lima tema yang diberikan pelaksana kegiatan (KJPL – HIGH FIVE – USAID), dan harus dikirimkan sebelum pelatihan digelar,” terang Teguh.

Dengan adanya syarat itu, diharapkan peserta pelatihan tidak meremehkan materi sanitasi, yang identik dengan upaya perbaikan lingkungan, khususnya di wilayah perkotaan. Dikatakan Teguh, meski sanitasi sering diabaikan, ternyata tidak semua warga termasuk jurnalis, paham dengan arti penting sanitasi, untuk menjaga kesehatan lingkungannya.

“Target peserta yang akan di latih, awalnya sekitar 40 jurnalis, tapi karena perlu proses seleksi, maka kami hanya akan memilih 20 jurnalis, yang dinilai layak, untuk mengikuti pelatihan jurnalistik sanitasi, yang kali pertama di gelar oleh KJPL Indonesia, USAID dan HIGH FIVE,” papar Teguh.

Ketua KJPL Indonesia ini mengatakan, selain melakukan pelatihan di Pacet – Mojokerto, para jurnalis peserta pelatihan juga akan turun langsung ke lapangan di kawasan tengah kota Surabaya, yang ternyata masih banyak, rumah warga yang tidak memiliki sanitasi sesuai standar kesehatan.

Sementara Ratih Astati Dewi Coordinator Project High Five – USAID mengatakan, dengan pelatihan itu, diharapkan para jurnalis tidak sekedar bisa menulis sanitasi, tapi juga bisa berperan aktif menyadarkan masyarakat di sekitarnya, tentang arti penting sanitasi sehat. “Kami ingin para jurnalis tidak sekedar menulis, tapi juga bisa mengajak masyarakat sekitarnya untuk lebih peduli pada lingkungan, diantaranya tidak membuang kotoran di tempat yang tidak sehat dan tidak sesuai standar kesehatan dunia,” ujar Ratih.

Alumnus S-2 Teknik Lingkungan ITS Surabaya ini menambahkan, peran jurnalis sangat strategis, untuk membuka wawasan dan pemahaman masyarakat, khususnya tentang arti penting sanitasi. “Jurnalis itu penyambung lidah rakyat, birokrat dan dunia luar, untuk itu peran jurnalis, khususnya yang tergabung dalam Komunitas Jurnalis Peduli Lingkungan sangat signifikan, dalam menyadarkan masyarakat tentang pentingnya sanitasi yang sehat sesuai standar kesehatan,” papar perempuan berhijab ini.

“Beberapa narasumber yang akan mengisi kegiatan pelatihan jurnalistik ini, sengaja kami datangkan orang-orang yang sudah berpengalaman di bidangnya, mulai dari persoalan sanitasi, birokrat, pakar kesehatan dan pejabat pemerintah yang berperan membuat kebijakan soal sanitasi,” kata Ratih.

Sementara untuk jurnalis yang masih ingin mengikuti pelatihan ini, bisa melihat syarat yang harus dipenuhi, di website KJPL Indonesia, www.kjpl.or.id atau membuka file PDF di bawah tulisan ini. Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi Teguh Ardi Srianto Ketua KJPL Indonesia di 08123112707 atau 03170170007 dan Facebook KJPL Indonesia atau Twitter KJPL Indonesia di www.facebook.com/kjpl.indonesia dan @kjpl_indonesia. [KJPL]

Syarat Kepesertaan Pelatihan Jurnalistik Sanitasi

Normalisasi Kali Surabaya Tiada Henti

Surabaya | Untuk terus melakukan upaya perbaikan dan pengendalian ekosistem di sepanjang Kali Surabaya, puluhan aktifis lingkungan hidup, tebar benih ikan asli Kali Surabaya. Aksi ini merupakan tahapan kedua yang digelar para aktifis lingkungan hidup di Jawa Timur, sesudah minggu lalu (08/07/2012) mereka menggelar aksi serupa di Sungai Kalimas, tepat di belakang Gedung Negara Grahadi.

“Aksi kita ini tiada henti, sampai kondisi Kali Surabaya benar-benar bersih dan bebas dari pencemaran limbah industri dan rumah tangga atau domestik,” kata Prigi Arisandi Direktur Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah – Ecoton, di sela penebaran benih ikan, di Kawasan Wringin Anom, Gresik, Jawa Timur, Sabtu (14/07/2012).

Dalam aksi kedua itu, para aktifis lingkungan diantaranya dari Komunitas Nol Sampah, Ecoton dan Komunitas Jurnalis Peduli Lingkungan – KJPL Indonesia, menebar benih ikan rengkik, jendil, keting, belut juga bader asli Kali Surabaya, sepanjang dua kilometer dari hulu ke hilir di Kawasan Wringinanom, Gresik.

“Kita sengaja memilih jenis ikan itu, karena sangat signifikan untuk pemulihan ekosistem Kali Surabaya yang tercemar limbah Pabrik Gula Gempolkrep, Tjiwi Kimia dan Aluaksara Pratama – Produsen Tepung Beras “Rose Brand” pada 25-29 Mei 2012 lalu,” kata Teguh Ardi Srianto Ketua KJPL Indonesia.

Dijelaskan Teguh, kegiatan yang sama akan dilakukan lagi, Minggu (15/07/2012), dengan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat, diantaranya mahasiswa, pelajar dan komunitas lainnya yang peduli dengan kondisi Kali Surabaya, yang merupakan sungai utama di Jawa Timur.

“Untuk minggu (15/07/2012), kita juga akan menebar benih ikan jenis yang sama, dengan jumlah sekitar sepuluh ribu ekor, terbagi dalam beberapa jenis ikan,” tukas Teguh Ardi Srianto yang juga jurnalis di Radio Suara Surabaya. [KJPL]