Coca Cola Amatil Bersihkan Sampah Pamurbaya

Surabaya | Peringati Hari Lingkungan Hidup SeDunia, 5 Juni 2015, PT Coca Cola Amatil (CCA) Indonesia menggelar aksi bersih-bersih sampah kawasan pesisir Surabaya. Aksi kali ini dilakukan CCA Indonesia bersama Komunitas Jurnalis Peduli Lingkungan (KJPL) Indonesia dengan memungut sampah di … Baca lebih lanjut

Lomba Foto Kawasan Pesisir Sambut Hari Jadi Surabaya

Surabaya | Untuk menyambut hari jadi Surabaya 31 Mei 2015, Pemkot Surabaya menggelar lomba foto kawasan pesisir. Lomba yang digagas para aktivis lingkungan hidup dan Pemkot Surabaya ini, sekaligus sebagai upaya mengajak masyarakat lebih mengenal potensi satwa dan keberadaan mangrove … Baca lebih lanjut

PROFAUNA Tolak Pabrik Nikel di Taman Nasional Baluran

Situbondo | Kelestarian Taman Nasional Baluran yang berada di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur terancam dengan adanya perusahaan pengolahan nikel (smelter) yang berbatasan dengan kawasan taman nasional. Kehadiran pabrik pengolahan nikel itu dikuatirkan akan memberikan dampak buruk kepada kelestarian ekosistem dan … Baca lebih lanjut

Lutung Jawa Terancam Punah

Malang | Keberadaan Lutung Jawa (trachypithecus auratus) yang ada di lereng Gunung Arjuna sisi timur terancam punah akibat menyempitnya habitat. Survey Lembaga Protection of Forest and Fauna (Profauna) pada Januari 2014 sampai Juli 2014 hanya menemukan empat kelompok Lutung Jawa … Baca lebih lanjut

Keanekaragaman Hayati Pamurbaya Harus Dieksplor

Surabaya | Untuk meningkatkan kepedulian dan kesadaran warga pada kerusakan lingkungan di Pantai Timur Surabaya (Pamurbaya), warga diajak mengeksplor potensi keanekaragaman hayati kawasan itu. Di antara cara yang dilakukan dengan memotret semua potensi keanekaragaman hayati yang ada di Panturbaya lewat … Baca lebih lanjut

Pemasok Wilmar Tertangkap Basah Menghancurkan Hutan

Jakarta | Pemasok kelapa sawit untuk perusahaan yang berbasis di Singapura Wilmar International tertangkap basah merusak hutan gambut yang merupakan rumah bagi spesies orangutan. Perusakan itu terungkap dalam foto investigasi di darat dan udara yang dilakukan Greenpeace Asia Tenggara di … Baca lebih lanjut

KJPL Indonesia Sesalkan ‘Mangrove Coklat’ Di Panturbaya

Surabaya | Komunitas Jurnalis Peduli Lingkungan – KJPL Indonesia menyesalkan temuan ‘mangrove coklat’ di Pantai Utara Surabaya (Panturbaya). Temuan ini diungkap Tim KJPL Indonesia, selama melakukan investigasi dan pemantaun kondisi mangrove dan burung di Kawasan Panturbaya, September-November 2013. Teguh Ardi … Baca lebih lanjut

Ecoton Desak BLH Surabaya Turun Lapangan

Surabaya | Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton) mendesak Badan Lingkungan Hidup (BLH) Surabaya turun lapangan memantau pencemaran yang ada di Kali Surabaya. Desakan ini disampaikan Prigi Arisandi Direktur Ecoton, menyikapi kasus ikan mati atau biasa disebut iwak … Baca lebih lanjut

Normalisasi Kali Surabaya Tiada Henti

Surabaya | Untuk terus melakukan upaya perbaikan dan pengendalian ekosistem di sepanjang Kali Surabaya, puluhan aktifis lingkungan hidup, tebar benih ikan asli Kali Surabaya. Aksi ini merupakan tahapan kedua yang digelar para aktifis lingkungan hidup di Jawa Timur, sesudah minggu lalu (08/07/2012) mereka menggelar aksi serupa di Sungai Kalimas, tepat di belakang Gedung Negara Grahadi.

“Aksi kita ini tiada henti, sampai kondisi Kali Surabaya benar-benar bersih dan bebas dari pencemaran limbah industri dan rumah tangga atau domestik,” kata Prigi Arisandi Direktur Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah – Ecoton, di sela penebaran benih ikan, di Kawasan Wringin Anom, Gresik, Jawa Timur, Sabtu (14/07/2012).

Dalam aksi kedua itu, para aktifis lingkungan diantaranya dari Komunitas Nol Sampah, Ecoton dan Komunitas Jurnalis Peduli Lingkungan – KJPL Indonesia, menebar benih ikan rengkik, jendil, keting, belut juga bader asli Kali Surabaya, sepanjang dua kilometer dari hulu ke hilir di Kawasan Wringinanom, Gresik.

“Kita sengaja memilih jenis ikan itu, karena sangat signifikan untuk pemulihan ekosistem Kali Surabaya yang tercemar limbah Pabrik Gula Gempolkrep, Tjiwi Kimia dan Aluaksara Pratama – Produsen Tepung Beras “Rose Brand” pada 25-29 Mei 2012 lalu,” kata Teguh Ardi Srianto Ketua KJPL Indonesia.

Dijelaskan Teguh, kegiatan yang sama akan dilakukan lagi, Minggu (15/07/2012), dengan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat, diantaranya mahasiswa, pelajar dan komunitas lainnya yang peduli dengan kondisi Kali Surabaya, yang merupakan sungai utama di Jawa Timur.

“Untuk minggu (15/07/2012), kita juga akan menebar benih ikan jenis yang sama, dengan jumlah sekitar sepuluh ribu ekor, terbagi dalam beberapa jenis ikan,” tukas Teguh Ardi Srianto yang juga jurnalis di Radio Suara Surabaya. [KJPL]

Donasi Rengkik Selamatkan Kali Surabaya

Surabaya | Puluhan aktifis lingkungan Jawa Timur, galang Donasi Rengkik Kali Surabaya, Minggu (01/07/2012). Aksi penggalangan donasi rengkik itu, digelar di Kawasan Car Free Day Raya Darmo, dengan melibatkan beberapa komunitas masyarakat di Surabaya.

Prigi Ariasandi Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah – Ecoton mengatakan, dalam aksi itu, lembaganya menggandeng semua elemen masyarakat untuk lebih peduli dan mau mendukung upaya revitalisasi Kali Surabaya, yang rusak akibat pencemaran limbah tiga industri di sepanjang Kali Surabaya, diantaranya Pabrik Gula Gempolkrep, PT Aluaksara Pratama – Produsen Tepung Beras merek “Rose Brand” dan PT Tjiwi Kimia, produsen kertas dan box.

“Aksi itu sebagai bukti kekecewaan para aktifis lingkungan di Jawa Timur pada Gubernur Jawa Timur yang tidak tegas menindak pelaku pencemar dan perusak Kali Surabaya,” tegas Prigi.

Ditambahkan Prigi, harusnya dengan pencemaran dan perusakan lingkungan yang sudah dilakukan, Gubernur Jawa Timur menutup operasional perusahaan pencemar dan tidak cukup hanya dengan sanksi administratif.

“Gerakan penyadaran kepedulian pada Kali Surabaya ini harus terus dilakukan, karena kalau tidak, masyarakat akan banyak yang lupa dan tidak mau peduli dengan kondisi Kali Surabaya yang merupakan sumber air baku PDAM, di lima kabupaten – kota di Jawa Timur,” jelas Prigi yang juga penerima Nobel Penyelamat Lingkungan Hidup, Goldman Environmental Prize 2011, langsung dari Barack Obama Presiden Amerika Serikat, di San Fransisco, USA.

Sementara Teguh Ardi Srianto Ketua Komunitas Jurnalis Peduli Lingkungan – KJPL Indonesia mengatakan, dalam aksi penyadaran kepedulian Kali Surabaya, Ecoton bersama Komunitas Nol Sampah, Komunitas Jurnalis Peduli Lingkungan dan Kelompok Diskusi Kebangsaaan, sengaja mengambil tema “Donasi Rengkik Kali Surabaya” karena ikan rengkik, merupakan ikan asli Kali Surabaya yang sudah jadi korban, waktu Kali Surabaya tercemar 25 – 29 Mei 2012 lalu.

“Selain ikan rengkik, ribuan ikan asli Kali Surabaya lainnya juga mati, diantaranya jendil, wader, lele sungai, belut, sili, dan keting,” kata Teguh.

Ditegaskan Teguh, kalau ekosistem yang rusak itu, tidak segera diperbaiki, maka warga Jawa Timur tinggal menunggu waktu saja, untuk melihat dan merasakan dampak dari rusaknya ekosistem Kali Surabaya.

Rencananya sesudah menggelar Donasi Rengkik Kali Surabaya, para aktifis lingkungan di Jawa Timur, juga akan menggelar aksi bersama pengembalian ekosistem asli Kali Surabaya, Minggu (08/07/2012) mendatang, di belakang Gedung Negara Grahadi, yang merupakan simbol pemerintahan Jawa Timur. [KJPL]