Mangrove Dibabat Pengembang, Warga Resah

Surabaya | Dibabatnya ratusan hektar hutan mangrove di Kawasan Pantai Timur Surabaya untuk Perumahan Wisata Semanggi Mangrove, membuat warga sekitar resah.

lahan-mangrove-9Keresahan ini disampaikan Rumiyah satu diantara warga yang ada di sekitar proyek pembangunan perumahan Wisata Semanggi Mangrove, Wonorejo, Rungkut yang punya tagline Lifestyle and Green Living di Kawasan Konservasi Mangrove, Wonorejo, Rungkut, Surabaya.

Menurut Rumiyah, dengan adanya pembangunan perumahan itu, semakin banyak hutan mangrove yang ditebang dan dihabisi. “Mangrove di sini tidak hanya ditebang mas, tapi juga diurug langsung dengan backhoe, ini sangat disayangkan,” tuturnya.

Dia juga menyayangkan kalau perusakan itu terus terjadi, akan banyak satwa-satwa yang biasa tingggal di hutan mangrove pindah ke rumag warga yang lokasinya jauh dari hutan mangrove. “Kita ini khawatir kalau sampai ada ular, monyet, nyambek atau satwa lain yang tinggalnya di rumah kami gara-gara hutan mangrovenya dihabisi,” ucap Rum.

Selain itu, Rumiyah juga menyayangkan dengan dihabisinya lahan di sekitar bozem Wonorejo itu, karena lokasinya berbatasan langsung dengan tepi sungai dan bozem Wonorejo.

“Kalau nanti ada bencana banjir akibat pembangunan perumahan itu, siapa yang akan tanggung jawab, apa pembangun perumahan itu juga siap disalahkan warga,” cetusnya.

lahan-mangrove-15Ditambahkan Rum, selain kekahwatiran soal terjadinya bencana dengan dibabatnya ratusan hektar hutan mangrove, dikhawatirkan penghasilan nelayan di kawasan itu juga habis.

“Nelayan dan petambak itu khan hidupnya dari hasil laut, kalau lingkungannya dirusak, maka sudah pasti penghasilan mereka akan hilang,” papar Rum.

Selain Graha Agung Kencana Group pengembang Wisata Semanggi Mangrove, beberapa pengembang lain juga terus membangun dan melebarkan bangunan mereka dengan terus membabat hutan mangrove di Wonorejo, diantaranya Green Semanggi Mangrove dan Green Lake.

Aktifitas lain seperti eko wisata mangrove yang terus mengundang ratusan orang tiap hari untuk berkunjung ke kawasan itu, juga mengakibatkan semakin rusaknya kawasan Hutan Konservasi Mangrove Wonorejo, Rungkut, Surabaya.

Hal itu seperti diakui Malik Petambak yang tinggal di Wonorejo. Menurut Malik, kalau kondisi itu terus dibiarkan, maka akan banyak burung-burung liar semakin menghilang dari Wonorejo. [KJPL]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s