Kementrian Lingkungan Kuatkan Advokasi Sungai Brantas

Gresik | Untuk meningkatkan kapasitas dan jejaring organisasi masyarakat dalam mennyelamatkan Sungai Brantas. Kementrian Lingkungan Hidup menggelar Training Advokasi Paralegal Lingkungan Kali Surabaya, Kamis (28/08/2014) sampai Sabtu (30/08/2014) mendatang, di Desa Wringinanom, Gresik, Jawa Timur.

klh-3Kegiatan yang digelar di Wisma Inspirasi(Institut Pemulihan dan Perlindungan Sungai) itu, diikuti puluhan perangkat desa dari beberapa daerah yang wilayahnya dilewati Sungai Brantas.

“Diantara perangkat desa yang dilibatkan dalam training kali ini, diantaranya dari Jombang, Mojokerto, Gresik, Sidoarjo dan Surabaya,” ujar Prigi Arisandi Direktur Lembaga Kajian Ekologi dan Koservasi Lahan Basah (Ecoton) yang juga pendiri Inspirasi, Kamis (28/08/2014).

Menurut Prigi, dengan adanya training itu, diharapkan para perangkat desa dan aktifis lingkungan yang ada di masing-masing wilayah yang dilintasi Sungai Brantas bisa semakin berdaya dan mampu membuat sebuah peraturan desa (perdes), khususnya untuk menyelamatkan kondisi Sungai Brantas.

“Selama ini aturan yang ada selalu dari atas ke bawah, tapi kali ini, kita memfasilitasi agar masyarakat yang pro aktif untuk melindungi wilayahnya masing-masing dari kerusakan dan pencemaran lingkungan dengan membuat peraturan desa,” ujar Prigi.

Aktifis lingkungan yang konsen pada masalah penyelamatan sumber mata air dan ekosistem sungai ini juga menyayangkan masih banyaknya masyarakat yang ketakutan kalau membuat aturan desa sendiri, hanya karena ada intimidasi dari aparat desa yang lebih tinggi.

“Kondisi itu sangat kami sayangkan, karena harusnya para perangkat desa yang di atas sangat beruntung dengan adanya perdes yang dihasilkan dari usulan warganya,” tukas Prigi.

Dalam proses pelatihan advokasi Sungai Brantas itu, juga diberikan materi tentang tata cara menyusun peraturan desa yang disampaikan Abdul Fattah dari LBH Surabaya, termasuk materi penyelamatan mata air yang diberikan Ony Mahardika Direktur Walhi Jawa Timur, juga beberapa aktifis lingkungan dari Lembaga Kajian Ekologi dan Lahan Basah (Ecoton) termasuk dari Komunitas Jurnalis Peduli Lingkungan (KJPL) Indonesia yang membahas tentang peran media massa dalam menyelamatkan lingkungan.

Rencananya advokasi akan diakhiri dengan menyusuri lokasi-lokasi beberapa industri yang mencemari Sungai Brantas dengan limbah yang dihasilkan. [KJPL]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.