Aktivis Lingkungan Dukung Menteri LH dari Aktivis Lingkungan

Surabaya | Para aktivis lingkungan hidup di Jawa Timur mendukung calon Menteri Lingkungan Hidup di pemerintahan mendatang, berasal dari aktivis lingkungan.

Dukungan ini disampaikan beberapa aktivis lingkungan yang selama ini menyesalkan dengan mandulnya penegakkan hukum lingkungan di Indonesia.

Wawan Some Koordinator Komunitas Nol Sampah di Surabaya mengatakan, banyak persoalan lingkungan hidup yang tidak pernah dituntaskan dengan jalur hukum yang tegas. “Contoh nyata yang sampai sekarang tidak bisa dilupakan masyarakat Jawa Timur khususnya, kasus lumpur panas Lapindo yang akhirnya hanya dihentikan proses hukumnya dan masih banyak meninggalkan luka untuk warga di Porong,” ujarnya, Minggu, (13/07/2014).

Prigi bersama penerima Goldman Environmental Prize di Gedung Putih Amerika Serikat 2011 lalu

Prigi bersama penerima Goldman Environmental Prize di Gedung Putih Amerika Serikat 2011 lalu

Menurut Some selain itu, kasus pencemaran di Kali Surabaya juga tidak pernah tuntas, karena Pemrov Jawa Timur tidak pernah tegas menindak pelakunya termasuk pemerintah pusat, meski aturan hukumnya sudah jelas.

“Untuk itu, Indonesia ke depan butuh menteri lingkungan hidup yang paham dengan kondisi nyata di lapangan dan punya pengalaman dalam mengatasi kasus-kasus lingkungan hidup,” jelasnya.

Dikatakan Some, kalau selama ini menteri lingkungan hidup lebih banyak diambil dari akademisi, maka akan lebih baik kalau ke depan menteri lingkungan hidup di pemerintahan masa mendatang diambil dari para aktifis lingkungan di Indonesia.

“Persoalan lingkungan hidup di Indonesia sangat kompleks, tidak hanya penggundulan hutan, hilangnya mata air, pengelolaan sampah, limbah, dan pencemaran udara, tapi ancaman kerusakan lingkungan global juga mengancam Indonesia,” tegasnya.

Sementara Muhammad Khoirul Rijal Sekretaris Komunitas Jurnalis Peduli Lingkungan (KJPL) Indonesia mengatakan, dia akan sangat mendukung kalau menteri lingkungan hidup di masa pemerintahan mendatang berasal dari aktivis lingkungan hidup.

Dicontohkan Rijal, Indonesia punya orang seperti Prigi Arisandi Direktur Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton) yang juga penerima Goldman Environmental Prize yang diberikan langsung Barack Obama Presiden Amerika Serikat langsung di Gedung Putih, tahun 2011 lalu.

Prigi Bersama Tim KJPL Indonesia

Prigi Bersama Tim KJPL Indonesia

Selain itu, menurut Rijal, Prigi dinilai sebagai sosok aktivis lingkungan yang punya jaringan tidak hanya internasional tapi juga kuat di lokal, regional dan nasional. “Jadi dengan latar belakang pendidikan lingkungan yang kuat dan pengalaman yang luas di bidang lingkungan, sosok seperti Prigi Arisandi sudah tidak perlu diragukan untuk penegakkan hukum lingkungan di Indonesia,” paparnya.

Rijal menambahkan, selain pengalaman dan jaringan yang luas di bidang lingkungan hidup, Prigi Arisandi juga punya latar belakang jurnalis sehingga sudah tidak diragukan lagi dalam melakukan komunikasi lingkungan dengan masyarakat. “Prigi itu dulu khan juga jurnalis dan sekaligus pendiri KJPL Indonesia di tahun 2006 lalu, jadi sudah sangat tepat, kalau pemerintahan di masa mendatang menggandeng beliau untuk ditempatkan di posisi menteri lingkungan hidup,” ungkapnya.

Desakan para aktivis lingkungan hidup di Jawa Timur yang mendorong agar menteri lingkungan hidup dipilih dari para aktifis lingkungan, direspon positif beberapa jurnalis dan penggiat lingkungan di Jawa Timur.

Teguh Ardi Srianto Ketua Komunitas Jurnalis Peduli Lingkungan (KJPL) Indonesia mengatakan, kalau hukum lingkungan di Indonesia ingin ditegakkan, maka penegaknya harus paham kondisi di lapangan dan aturan perundangan yang ada. “Tidak cukup hanya orang yang paham teori dalam penegakkan hukum tapi perlu ada orang yang paham kondisi nyata di lapangan, sehingga hukum lingkungan benar-benar bisa ditegakkan,” tuturnya.

Disampaikan Teguh, KJPL Indonesia punya peran strategis dalam penegakkan hukum lingkungan di Indonesia, untuk itu kalau ingin lingkungan di Indonesia terjaga dengan baik, maka pemerintahan ke depan harus mengangkat seorang menteri lingkungan hidup yang tahu dengan kondisi riil di lapangan tidak sekedar memantau dari kejauhan tanpa memahami dampak kerusakan lingkungan untuk masyarakat yang jadi korban perusakan lingkungan hidup. [KJPL]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s