Jutaan Ikan Kali Surabaya Mati Lagi

Mojokerto | Jutaan ikan di Kali Surabaya kembali dilaporkan mati, khususnya di sekitar Kali Mangetan Kanal, Minggu (24/11/2013).

Jutaan Ikan Kali Surabaya Mati LagiAmiruddin Mutaqien Peneliti dari Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton) mengatakan, dari pantauan di lokasi, dipastikan kalau matinya ikan-ikan itu karena pencemaran yang terjadi di Kali Mangetan Kanal. “Kami menduga pencemaran terjadi Minggu dini hari, dan baru pagi ini diketahui banyak ikan yang mati,” jelas Amir.

Menurut pantauan timnya, ikan-ikan yang mati itu, diantaranya jenis wader, bader atau tawes, nila dan keting. “Kondisi air di lokasi kejadian sangat keruh, bahkan terkesan endapan lumpurnya naik ke permukaan sehingga mengakibatkan matinya jutaan ikan di Kali Mangetan Kanal yang merupakan bagian dari Kali Surabaya,” papar Amir.

Ditambahkan Amir, timnya menduga pencemaran itu dilakukan pabrik kertas terbesar di kawasan Mojokerto, yang sering melakukan pembungan limbah tanpa diolah, setiap musim hujan tiba.

“Ada dugaan pabrik kertas yang mencemari Kali Mangetan Kanal, karena hanya industri itu, yang berpotensi melakukan pencemaran di kawasan itu, tapi untuk lebih memastikan, kami akan melakukan penelitian lebih detail, untuk mengetahui jenis dan kandungan limbah yang dibuang ke Kali Surabaya,” ungkapnya.

Sementara Teguh Ardi Srianto Ketua Komunitas Jurnalis Peduli Lingkungan – KJPL Indonesia mendesak Badan Lingkungan Hidup (BLH) Jawa Timur segera menurunkan timnya memantau kondisi yang ada di Kali Mangetan Kanal. “Kami berharap kasus ini tidak terjadi terus menerus, karena dalam bulan Nopember ini, sudah dua kali kasus pencemaran terjadi di Kali Surabaya dan mengakibatkan jutaan ikan mati,” desak Teguh.

KJPL secara resmi juga minta pada warga di Mojokerto, Gresik, Sidoarjo dan Surabaya untuk tidak mengambil ikan yang mati akibat pencemaran, karena dampaknya akan sangat berbahaya untuk kesehatan. “Ikan-ikan itu matinya karena limbah yang mengandung racun, jadi sebaiknya tidak dikonsumsi, dampaknya tidak sekarang, tapi puluhan tahun lagi, dan dampaknya sangat berbahaya untuk keberlanjutan regenerasi,” ujar Teguh.

Selain itu, Teguh juga minta polisi tidak ragu lagi menegakkan undang-undang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang jelas mengatur sanksi untuk pelaku pencemaran di Kali Surabaya. “Jangan hanya jadi macan ompong, tapi harus diterapkan aturan yang sudah ada,” tegas Teguh. [KJPL]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s