KJPL Indonesia Kampanyekan “Citizen Journalism” STBM

Surabaya | Untuk terus mencerdaskan dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memahami dunia jurnalistik. KJPL Indonesia menggelar Pelatihan Citizen Journalism atau lebih dikenal dengan Jurnalisme Warga.

Kegiatan ini merupakan program kerja sama antara KJPL Indonesia dengan High Five – USAID, yang bertujuan memahamkan dan melibatkan warga, untuk bisa menulis dan bercerita, tentang aktifitas kegiatan di lingkungan mereka, khususnya soal sanitasi.

Pelatihan Citizen Jurnalism STBM

Pelatihan Citizen Journalism STBM

Ratih Astati Dewi Distric Team Leader High Five-USAID Surabaya mengatakan, dengan program yang sudah dilakukan itu, diharapkan masyarakat tidak hanya sekedar menerima pemahaman tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), tapi mereka juga bisa menceritakan ke orang lain lewat tulisan atau foto. “Dengan cara itu diharapkan, kampanye STBM bisa lebih efektif, kalau ditularkan lewat media yang dibuat warga sendiri,” ujarnya.

Semua proses pelatihan dan pendampingan kegiatan itu, akan dilakukan Komunitas Jurnalis Peduli Lingkungan – KJPL Indonesia, yang sudah bermitra dengan High Five – USAID dalam beberapa kali kegiatan.

“Diharapkan dalam dua bulan ke depan (Mei-Juni 2013), program perdana pelatihan jurnalisme warga itu, sudah bisa tuntas di Kelurahan Petemon, Surabaya. Sesudah itu, warga akan diarahkan untuk membuat media massa, yang bisa disebarkan dengan luas ke masyarakat, bisa berupa pamflet, tabloid, majalah atau website,” terang Ratih.

Sementara Teguh Ardi Srianto Ketua KJPL Indonesia mengatakan, diharapakn dengan bekal dasar jurnalistik yang dimiliki warga, mereka semakin kritis dan paham, kalau fungsi dan peran media sangat strategis, dalam mengajak masyarakat untuk mengubah perilaku mereka, khususnya tentang pemahaman STBM. “Langkah ini merupakan awal yang sangat strategis, karena tanpa ada media, maka kampanye perubahan perilaku hanya akan jadi omong kosong,” terang Teguh.

Warga praktek wawancara dengan Narasumber.

Warga praktek wawancara dengan narasumber.

Ketua KJPL Indonesia ini mengatakan, diharapkan dengan adanya keteribatan warga, untuk menulis, memotret dan menceritakan kondisi lingkungan mereka, sebuah upaya perubahan perilaku yang lebih baik, bisa disampaikan ke lainnya lewat media. “KJPL Indonesia tidak sekedar melatih kemudian selesai, tapi KJPL terus mendampingi warga, untuk mewujudkan sebuah media yang komunikastif, sehingga memudahkan warga memahami tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM),” paparnya.

Dijelaskan Teguh, kalau dulu masih ada warga di Kelurahan Petemon, warga yang buang air besar di jamban yang tidak sehat, diharapkan sesudah ada ajakan yang lebih baik, lewat media yang akan dibuat warga, maka perilaku mereka akan berubah, dan mau untuk buang besar di jamban yang lebih sehat. “Semua itu tidak lepas dari peran High Five – USAID yang jadi mitra KJPL dalam mewujudkan sebuah perubahan perilaku,” kata Teguh.

Teguh menegaskan, target KJPL, dalam dua bulan, warga sudah bisa menjadi jurnalis yang cerdas dan kritis, pada setiap kejadian dan perubahan di sekitar lingkungan mereka. “Strategi prorgam ini, akan direplikasikan di beberapa daerah lain, sesudah Petemon jadi pelopor,” pungkasnya. [KJPL]

Foto lain silahkan klik di sini :

1. STBM-1

2. STBM-2

3. STBM-3

4. STBM-4

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s